Penyesuaian SKB Empat Menteri Soal Pembelajaran Tatap Muka di Kelas

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak satuan pendidikan di daerah 3T sangat kesulitan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh dikarenakan minimnya akses dan fasilitas. Hal ini berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan psikososial anak secara permanen.

Saat ini tercatat 88% dari keseluruhan daerah 3T berada di zona kuning dan hijau. Dengan adanya penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, maka satuan pendidikan yang siap dan ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka memiliki opsi untuk melaksanakannya secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memandang, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta semua tenaga kerja pendidikan menjadi penting di masa pandemi Covid-19 ini.

“Prinsip kebijakan pendidikan di masa Pandemi COVID-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-19,” jelas Mendikbud dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Kepala Daerah seluruh Indonesia tentang Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, secara daring, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan SKB Empat Menteri, pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30% sampai 50% dari peserta didik per kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *